mengingat kembali

Duduk merenung, rasanya baru kemaren masa-masa anak-anak itu ku lalui. Masih segar diingatanku, lubuk yang biasa ku datangi bersama teman-teman sehabis sekolah. Bercanda, bermain, terkadang juga bertengkar, begitulah keseharian yg ku jalani. Hari ini umurku sudah 26 thn, terlalu tua rasanya tubuh ini untuk seperti dulu lagi. Menghabiskan waktu tanpa arah yang jelas, hanya kemauan untuk bermain saja. Kesadaran itu mulai ku akui, bahwa sekarang aku bukan yang dulu lagi. Bukan anak-anak muda yang berjalan tanpa tujuan yang jelas, lebih suka tertawa daripada bekerja, lebih banyak berhura-hura dengan kawan-kawan. Aku hari ini adalah seorang dewasa dengan setumpuk tuntutan kehidupan yang harus dijalani. Tanggungjawab yang melekat pada diri pribadi yang harus diemban untuk masa depan ku juga tanggungjawabku kepada orang lain. Ketika ku ingat-ingat kembali, tidaklah pantas seharusnya kesadaran itu baru muncul sekarang. Kalaulah aku jujur pada diri, sungguh sangat merunginya diri ini. Sekian lama waktu berlalu, sudah seberapa yang telah kuperbuat. Tenaga yang sangat baik dulu untuk apa saja ku gunakan. Biaya hidup yang tak sedikit dikeluarkan orang tua itu kemana saja ku belanjakan, apakah semuanya memberi kontribusi kebaikan untuk ku. Ketika ku liat disana sangat banyak anak muda yang mungkin jauh lebih muda dariku, berkecamuk dengan hari-hari yang sangat jelas, memberi arti, memberikan manfaat untuk dirinya dan orang-orang. Astaghfirullah!
doc.pantai air manis

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Status

Romantisme Rasulullah